Bisakah Mengaktifkan Kembali Polis Asuransi Mobil?

Perusahaan asuransi mobil pada umumnya akan menon-aktifkan polis asuransi yang dipegang oleh nasabah apabila policy holder tidak membayar premi sesuai perjanjian secara berkala, melakukan tindakan pemalsuan data, kejahatan asuransi kendaraan, dan tindakan-tindakan lainnya yang menyalahi aturan dan merugikan pihak asuransi. Lalu, bagaimana dengan polis asuransi mobil Anda sendiri? Apakah polis yang Anda miliki masih aktif? Jika jawabannya tidak dan Anda sudah menyesal telah sengaja atau tidak sengaja menyebabkan perusahaan asuransi menon-aktifkan polis tersebut serta berencana untuk mengaktifkannya kembali, ada baiknya untuk membaca informasi di bawah ini mengenai kemungkinan untuk melakukan hal tersebut:

Bisa apabila…

Pihak asuransi tidak akan sungkan untuk kembali mengaktifkan polis asuransi Anda apabila kesalahan yang Anda pernah lakukan hanya terbilang ringan, seperti tidak membayar premi tepat waktu atau menunggak selama beberapa tahun. Untuk mengaktifkan insurance policy, Anda hanya perlu datang ke perusahaan asuransi dan meng-clearkan masalah ini. Pada umumnya, mereka akan meminta Anda untuk melunasi semua premi yang belum dibayar dan juga membayar penalty jika memang ketentuan yang tertulis seperti itu. Pertanyaannya adalah “Apakah Anda sanggup untuk membayar tunggakan premi dan penalti yang diajukan oleh pihak asuransi?” Tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah tunggakan plus denda yang harus dibayar tidaklah sedikit. Sebagai contoh, jika Anda sudah menunggak selama 2 tahun sedangkan jumlah premi per tahunnya adalah 3 juta rupiah, itu artinya Anda harus mengeluarkan dana sebesar 6 juta rupiah sekaligus. Belum lagi dengan dendanya yang bisa mencapai jutaan rupiah. Jika Anda siap dengan hal tersebut, silahkan segera dilakukan agar manfaat asuransi mobil bisa segera didapatkan kembali.

Apakah setelah mengaktifkan polis, nasabah harus kembali menempuh waiting period sebelum bisa mengajukan klaim? Pada umumnya, hal ini tidak diperlukan lagi karena masa tunggu hanya diberlakukan saat pertama kali membayar premi. Namun, alangkah baiknya hal ini ditanyakan langsung ke pihak asuransi karena setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Ini penting untuk dilakukan agar Anda tidak merasa dirugikan.

Tidak akan bisa jika…

Untuk opsi kedua ini, Anda tidak akan bisa mengaktifkan kembali polis apabila Anda tidak hanya menunggak membayar premi tapi juga sudah melakukan tindakan-tindakan yang bertujuan untuk merugikan pihak asuransi. Apa saja contoh tindakan yang dimaksud? Pertama, memiliki polis ganda dan sengaja tidak memberitahukan hal tersebut agar bisa mendapatkan biaya ganti rugi double. Kedua, melakukan penggelapan kendaraan yang artinya kendaraan dilaporkan telah hilang karena aksi kejahatan, baik itu pencurian atau begal, padahal sebenarnya kendaraan sengaja disembunyikan oleh pemegang polis sendiri atau dibantu oleh komplotan tertentu. Ketiga, memanipulasi data ketika melakukan klaim di mana data yang diberikan tidak sesuai dan cenderung sebuah kesengajaan. Terakhir, menjelek-jelekkan nama perusahaan asuransi di mata masyarakat luas padahal apa yang menjadi bahan ejekan tersebut tidak ada sama sekali. Tindakan yang merugikan perusahaan asuransi tentu saja tidak bisa mereka berikan toleransi lagi sehingga polis pun akan dinon-aktifkan dan bahkan pemegang polis yang melakukannya hal ini bisa saja dituntut dan dipenjarakan.

Well, kembali ke Anda sendiri, apakah masih mau menonaktifkan kembali polis Anda atau tidak. Jika masih memungkinkan untuk diaktifkan kembali, segera dilakukan. Jika tidak, alangkah baiknya untuk membiarkan polis tetap “mati” dan membeli polis di perusahaan lain. Namun, ingat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama jika Anda tak ingin kehilangan manfaat asuransi kendaraan.

Inilah Ruginya jika Tak Punya Asuransi Mobil

Mobil tidak hanya membutuhkan perawatan secara berkala supaya kondisinya selalu prima ketika dikendarai tetapi juga memerlukan asuransi agar memperoleh bantuan ketika kendaraan mogok, mendapatkan ganti rugi ketika kecelakaan, mengalihkan tanggung jawab pihak ketiga kepada perusahaan asuransi, sekaligus mendapatkan penggantian ketika mobil hilang dicuri. Makanya, sekarang rencanakan pembelian asuransi mobil.

Sudahkah membeli asuransi untuk mobil kesayangan Anda? Kalau belum, sekarang saatnya merencanakan pembelian asuransi mobil di agen asuransi yang memiliki lisensi keagenan, sudah cukup lama menjadi agen, tidak sulit dihubungi, & tentunya bisa diandalkan atau langsung dari perusahaan asuransi dengan kriteria sbb: berusia tua, kondisi keuangannya bagus, nasabahnya banyak, & komplainnya minim. Kalau memang kendalanya ada di dana, coba lakukan perbandingan, pilih perlindungan Total Loss Only (TLO), dan minimalkan penambahkan jaminan guna mendapatkan asuransi mobil murah. Inilah ruginya jika Anda tak punya asuransi mobil, sbb:

Kala mobil mogok

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan mobil mogok, di antaranya alternator aus, masalah pada karburator, lemahnya arus listrik aki, dsb. Jika mobil tiba-tiba saja mogok di tengah perjalanan, Anda bisa menghubungi hotline service perusahaan asuransi agar segera mendapatkan layanan mobil derek atau car towing secara cuma-cuma. Bahkan, mobil Anda mendapatkan pengecekan oleh ahli otomotif. Kalaupun masalahnya cukup parah, mobil akan segera dibawa ke bengkel rekanan perusahaan asuransi untuk mendapatkan perbaikan. Sayangnya, ini tidak akan diperoleh jika Anda bukan nasabah asuransi mobil. Anda tidak hanya mengeluarkan biaya untuk mobil derek tetapi juga untuk perbaikan di bengkel.

Ketika kecelakaan sendiri atau melibatkan pengendara lain

Setiap pengendara memiliki resiko kecelakaan yang tinggi apalagi di tengah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, masih banyaknya jalan berlubang, dan lain sebagainya. Kalau mengantongi asuransi, kerugian karena kerusakan kendaraan akibat kecelakaan bisa dialihkan ke perusahaan asuransi. Begitupula ketika Anda dan penumpang lain dalam mobil yang dipertanggungkan mengalami luka, perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi untuk biaya pengobatan (besar kecilnya tergantung dengan kesepakatan sebelumnya). Bagaimana jika kecelakaan melibatkan pengendara lain? Tanggung jawab pihak ketiga bisa Anda transfer juga ke perusahaan asuransi jika pihak ketiga benar-benar tidak memiliki asuransi kendaraan. Sebaliknya, Anda akan menanggung sendiri biaya perbaikan mobil serta pengobatan karena kecelakaan tunggal. Kalaupun melibatkan pengendara lain, Anda juga yang bertanggung jawab untuk ganti rugi.

Saat mobil hilang dicuri

Merasa resiko kerusakan pada mobil minim lantaran jarang dibawa bepergian sehingga memutuskan tidak membeli asuransi mobil adalah suatu kesalahan. Kerusakan memang minim, tapi pencurian adalah resiko yang juga patut diwaspadai. Kehilangan mobil kesayangan tentu saja akan sangat menyesakkan, tapi Anda bakal memperoleh penggantian mobil baru apabila memiliki asuransi mobil dengan perlindungan TLO. Penghitungan ganti rugi umumnya disesuaikan dengan usia kendaraan lalu dikurangi dengan depresiasi (penyusutan) sekitar 10 – 15% per tahun. Bayangkan jika tidak punya asuransi mobil? Yup, Anda harus berpasrah diri menerima kenyataan bahwa mobil yang dibeli dengan dana ratusan juta Rupiah hilang sia-sia.

Intinya, Anda akan menanggung sendiri kerugian besar atau kecil karena kejadian tak terduga jikalau tidak mengantongi polis asuransi. Kalau Anda saat kejadian memiliki dana, tentu bukan masalah. Paling angka tabungan Anda saja yang berkurang. Apa jadinya jikalau musibah terjadi ketika Anda sedang tidak memiliki uang? Terpaksa harus hutang sana-sini, itupun kalau ada yang mau berikan pinjaman. Oleh karenanya, berpikir untuk beli asuransi mobil sekarang. Manfaatnya memang belum dirasakan sekarang-sekarang. Akan tetapi, Anda akan merasakan pentingnya asuransi mobil di kemudian hari ketika resiko yang tak terduga terjadi.