Pahami Hal-hal yang Dapat Menggagalkan Klaim Asuransi Mobil

Memiliki mobil pribadi membuat Anda harus mempertimbangkan juga pembelian asuransi tak sekedar rutin melakukan service untuk menjaga performa mesin serta membayar pajak setahun sekali untuk meminimalisir resiko tilang. Asuransi mobil membuat Anda lebih tenang saat berkendara. Jika suatu waktu mengalami kecelakaan di jalan raya sehingga menyebabkan kerusakan parah pada mobil, Anda bisa mengajukan klaim ke pihak asuransi untuk mendapatkan perbaikan di bengkel rekanan termasuk menerima biaya pengobatan cedera karena kecelakaan tsb. Namun memang tak semua klaim asuransi mobil diterima oleh perusahaan asuransi. Pahami hal-hal yang dapat menggagalkan klaim asuransi mobil di bawah ini agar nantinya Anda dapat mencegahnya:

Terlambat melapor

Ada prosedur yang harus diikuti nasabah dalam pengajuan klaim asuransi mobil. Salah satunya adalah melaporkan kejadian sebelum batas waktu yang ditentukan. Biasanya batasan waktu yang ditetapkan perusahaan asuransi atas musibah kecelakaan adalah 3 x 24 jam setelah kejadian. Apabila nasabah melaporkan kecelakaan yang dialami lewat dari waktu tsb, klaim bakal failed. Kalau sudah begini, mau tak mau nasabah harus menguras kocek pribadi untuk memperbaiki kendaraan agar kembali seperti sebelum kecelakaan atau memberikan ganti rugi kepada pihak ketiga jika kecelakaan juga ikut merugikan orang lain. Bukankah akan sangat menyesakkan jika hal ini dialami? Maka dari itu, Anda harus sesegera mungkin melaporkan musibah atas kendaraan yang dipertanggungkan kepada pihak asuransi via telepon, short message, email, atau langsung ke kantor asuransi jika memang memungkinkan. Jangan sampai premi asuransi yang telah dibayarkan secara rutin jadi sia-sia hanya karena terlambat melapor.

Telah melanggar aturan lalu lintas

Memilih perlindungan All Risk memang memungkinkan nasabah asuransi menerima ganti rugi atas kerusakan mobil sebagian atau total. Kendatipun begitu, tak berarti semua klaim dapat disetujui oleh pihak asuransi. Apabila pemohon klaim diketahui telah melanggar aturan lalu lintas seperti halnya tidak mengantongi SIM saat berkendara, mabuk atau menggunakan handphone, melawan arus, menerobos lampu merah, memarkirkan kendaraan disembarang tempat, atau melakukan modifikasi yang membahayakan keselamatan, mengganggu arus lalu lintas, & merusak jalan. Oleh karenanya, di mana pun dan kapan pun Anda harus selalu mentaati peraturan lalu lintas untuk meminimalisir kecelakaan sekaligus sanksi. Kalaupun kecelakaan dialami, klaim asuransi berpeluang besar dapat dicairkan karena tidak terbukti melakukan pelanggaran berlalu lintas.

Tidak melengkapi dokumen yang disyaratkan

Untuk meminta ganti rugi dari pihak asuransi akibat kecelakaan yang terjadi pada mobil yang diasuransikan, nasabah harus terlebih dahulu melengkapi semua dokumen yang disyaratkan. Beberapa dokumen yang disyaratkan antara lain formulir permohonan klaim, polis asuransi dalam status aktif, SIM, STNK, KTP, foto mobil secara keseluruhan, surat keterangan kecelakaan dari kepolisian, dan dokumen terkait lainnya. Apabila ada dokumen yang tidak dilengkapi, pengajuan klaim jadi gagal. Oleh karena itu, pastikan semua dokumen sudah lengkap sebelum mengajukan klaim. Pastikan pula bahwa formulir diisi dengan data yang lengkap & sebenar-benarnya, polis dalam kondisi aktif dengan membayar premi secara rutin, SIM & STNK yang juga masih berlaku agar tak menghambat klaim.

Klaim ditolak menjadi hal yang wajar bahkan sering terjadi dalam dunia asuransi. Namun, alangkah baiknya jika dapat menghindari penolakan klaim oleh pihak asuransi sehingga premi yang telah dibayarkan selama ini rasanya tidak sia-sia. Hal-hal yang dapat menggagalkan klaim asuransi mobil di atas semoga dapat dijadikan pelajaran supaya Anda dapat mencegahnya dikemudian hari.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *