4 Indikator Penting untuk Menarik Perhatian Konsumen

Untuk memperoleh pundi-pundi rupiah atau penghasilan dari produk baik itu berupa barang maupun jasa yang dijual, ada beberapa indikator penting yang patut diperhatikan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil atau perkembangan usaha untuk ke depannya. Tanpa memperhatikan indikator di dalamnya tidak memungkinkan bagi sebuah usaha dapat berjalan dengan lancar dan meraih perkembangan pesat. Bahkan, untuk beberapa jenis usaha yang ditekuni secara berganti-ganti, kecil kemungkinan untuk berkembang apabila sebuah indikator tidak diperhatikan dengan baik. Penasaran apa saja indikator penting tersebut? Temukan jawabannya di bawah ini:

Kualitas produk

Indikator yang pertama adalah kualitas produk. Bagi sebagian besar konsumen kualitas menjadi prioritas nomor satu sehingga sangat tertarik bahkan loyal apabila kualitas dari produk yang mereka dapatkan bagus. Hal ini menjadi ukuran bagi mereka untuk berpindah penjual. Namun, sebagiannya lagi konsumen justru tidak begitu mempermasalahkan soal kualitas. Tatkala produk sudah sesuai dengan kebutuhannya bukan tidak mungkin langsung melakukan transaksi. Jika dipertimbangkan kedua hal ini, kualitas produk yang bagus lebih penting diutamakan karena menyangkut kepuasan konsumen. Ingat, pembeli akan mudah jera ketika merasa kecewa namun belum tentu kapok saat kualitas barang bagus walaupun harganya sedikit lebih mahal.

Cara berpromosi

Dalam sebuah bisnis yang ditekuni jika tanpa promosi ibaratkan kopi tanpa gula ataupun sayur tanpa garam. Peribahasa tersebut adalah benar karena pada saat sebuah usaha dijalankan kalau tidak diperkenalkan bagaimana konsumen bisa tertarik untuk membeli. Jangankan melakukan transaksi, melirik pun belum tentu. Namun, di balik promosi yang selalu dilakukan ada aspek yang tak kalah penting yakni tata cara berpromosi itu sendiri.

  • Jangan terlalu memaksa konsumen untuk membeli
  • Jangan menyinggung perasaan kompetitor, misalnya dengan memberikan citra buruk pesaing
  • Jangan terlalu mengada-ngada tentang bagusnya produk yang dijual

Jika ketiga uraian di atas masih kerap dilakukan, kategori promosi yang dilakukan bisa dibilang kurang sehat. Mengapa demikian? Sebab yang namanya bisnis tentu ada persaingan. Nah, untuk bersaing itu sendiri diperlukannya cara yang sehat di mana tidak menjelek-jelekkan kompetitor atau bahkan membuat kebohongan. Kategori promosi yang baik adalah memberikan layanan yang bagus salah satunya dari penyampaian kata-kata, mengupdate terus pemasaran, dan menjual produk dengan apa adanya (boleh transparan soal harga dengan kualitas produk yang dijual).

Harga yang sesuai

Indikator selanjutnya yang sangat berkaitan dengan kelancaran sebuah bisnis adalah harga. Harga memang berpengaruh terhadap kualitas barang, namun penting agar tidak mematok pada angka yang terlalu tinggi. Sekarang ini konsumen semakin cerdas dalam mencari produk yang dibutuhkan. Contohnya baju, konsumen akan melakuka survei dengan penjual A, B, dan kemudian C. Dengan perbandingan harga yang diperoleh dengan kualitas barang yang sama, konsumen tentu akan lebih memilih yang harganya lebih bersahabat. Kemudahan dalam pembelian produk salah satunya secara online sangat mendukung untuk pencarian barang yang diinginkan konsumen. Untuk itu, harga juga wajib diperhatikan agar konsumen tertarik untuk membeli. Pastikan sesuai dengan harga pasar namun tidak di bawah modal.

Tempat berjualan yang tepat

Walaupun saat ini berjualan secara online sangat mendukung untuk pemasaran yang lebih luas, namun lapak juga tetap harus diadakan. Salah satu tujuannya ialah untuk menarik target pasar di sekitar. Memilih tempat yang lokasinya strategis dan mudah dikunjungi oleh para konsumen perlu diutamakan supaya lapak selalu ramai. Upayakan pula agar lokasinya bersih dan memberi kenyamanan bagi pengunjung.

Agar sebuah usaha yang ditekuni bisa dilirik konsumen tidak lepas dari beberapa faktor penting, seperti kualitas produk, cara berpromosi, harga yang sesuai, dan tempat berjualan yang pas. Semoga indikator ini bisa membantu Anda menjadi pebisnis yang berhasil. Selamat berbisnis 🙂

Bisakah Mengaktifkan Kembali Polis Asuransi Mobil?

Perusahaan asuransi mobil pada umumnya akan menon-aktifkan polis asuransi yang dipegang oleh nasabah apabila policy holder tidak membayar premi sesuai perjanjian secara berkala, melakukan tindakan pemalsuan data, kejahatan asuransi kendaraan, dan tindakan-tindakan lainnya yang menyalahi aturan dan merugikan pihak asuransi. Lalu, bagaimana dengan polis asuransi mobil Anda sendiri? Apakah polis yang Anda miliki masih aktif? Jika jawabannya tidak dan Anda sudah menyesal telah sengaja atau tidak sengaja menyebabkan perusahaan asuransi menon-aktifkan polis tersebut serta berencana untuk mengaktifkannya kembali, ada baiknya untuk membaca informasi di bawah ini mengenai kemungkinan untuk melakukan hal tersebut:

Bisa apabila…

Pihak asuransi tidak akan sungkan untuk kembali mengaktifkan polis asuransi Anda apabila kesalahan yang Anda pernah lakukan hanya terbilang ringan, seperti tidak membayar premi tepat waktu atau menunggak selama beberapa tahun. Untuk mengaktifkan insurance policy, Anda hanya perlu datang ke perusahaan asuransi dan meng-clearkan masalah ini. Pada umumnya, mereka akan meminta Anda untuk melunasi semua premi yang belum dibayar dan juga membayar penalty jika memang ketentuan yang tertulis seperti itu. Pertanyaannya adalah “Apakah Anda sanggup untuk membayar tunggakan premi dan penalti yang diajukan oleh pihak asuransi?” Tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah tunggakan plus denda yang harus dibayar tidaklah sedikit. Sebagai contoh, jika Anda sudah menunggak selama 2 tahun sedangkan jumlah premi per tahunnya adalah 3 juta rupiah, itu artinya Anda harus mengeluarkan dana sebesar 6 juta rupiah sekaligus. Belum lagi dengan dendanya yang bisa mencapai jutaan rupiah. Jika Anda siap dengan hal tersebut, silahkan segera dilakukan agar manfaat asuransi mobil bisa segera didapatkan kembali.

Apakah setelah mengaktifkan polis, nasabah harus kembali menempuh waiting period sebelum bisa mengajukan klaim? Pada umumnya, hal ini tidak diperlukan lagi karena masa tunggu hanya diberlakukan saat pertama kali membayar premi. Namun, alangkah baiknya hal ini ditanyakan langsung ke pihak asuransi karena setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Ini penting untuk dilakukan agar Anda tidak merasa dirugikan.

Tidak akan bisa jika…

Untuk opsi kedua ini, Anda tidak akan bisa mengaktifkan kembali polis apabila Anda tidak hanya menunggak membayar premi tapi juga sudah melakukan tindakan-tindakan yang bertujuan untuk merugikan pihak asuransi. Apa saja contoh tindakan yang dimaksud? Pertama, memiliki polis ganda dan sengaja tidak memberitahukan hal tersebut agar bisa mendapatkan biaya ganti rugi double. Kedua, melakukan penggelapan kendaraan yang artinya kendaraan dilaporkan telah hilang karena aksi kejahatan, baik itu pencurian atau begal, padahal sebenarnya kendaraan sengaja disembunyikan oleh pemegang polis sendiri atau dibantu oleh komplotan tertentu. Ketiga, memanipulasi data ketika melakukan klaim di mana data yang diberikan tidak sesuai dan cenderung sebuah kesengajaan. Terakhir, menjelek-jelekkan nama perusahaan asuransi di mata masyarakat luas padahal apa yang menjadi bahan ejekan tersebut tidak ada sama sekali. Tindakan yang merugikan perusahaan asuransi tentu saja tidak bisa mereka berikan toleransi lagi sehingga polis pun akan dinon-aktifkan dan bahkan pemegang polis yang melakukannya hal ini bisa saja dituntut dan dipenjarakan.

Well, kembali ke Anda sendiri, apakah masih mau menonaktifkan kembali polis Anda atau tidak. Jika masih memungkinkan untuk diaktifkan kembali, segera dilakukan. Jika tidak, alangkah baiknya untuk membiarkan polis tetap “mati” dan membeli polis di perusahaan lain. Namun, ingat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama jika Anda tak ingin kehilangan manfaat asuransi kendaraan.

Inilah Ruginya jika Tak Punya Asuransi Mobil

Mobil tidak hanya membutuhkan perawatan secara berkala supaya kondisinya selalu prima ketika dikendarai tetapi juga memerlukan asuransi agar memperoleh bantuan ketika kendaraan mogok, mendapatkan ganti rugi ketika kecelakaan, mengalihkan tanggung jawab pihak ketiga kepada perusahaan asuransi, sekaligus mendapatkan penggantian ketika mobil hilang dicuri. Makanya, sekarang rencanakan pembelian asuransi mobil.

Sudahkah membeli asuransi untuk mobil kesayangan Anda? Kalau belum, sekarang saatnya merencanakan pembelian asuransi mobil di agen asuransi yang memiliki lisensi keagenan, sudah cukup lama menjadi agen, tidak sulit dihubungi, & tentunya bisa diandalkan atau langsung dari perusahaan asuransi dengan kriteria sbb: berusia tua, kondisi keuangannya bagus, nasabahnya banyak, & komplainnya minim. Kalau memang kendalanya ada di dana, coba lakukan perbandingan, pilih perlindungan Total Loss Only (TLO), dan minimalkan penambahkan jaminan guna mendapatkan asuransi mobil murah. Inilah ruginya jika Anda tak punya asuransi mobil, sbb:

Kala mobil mogok

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan mobil mogok, di antaranya alternator aus, masalah pada karburator, lemahnya arus listrik aki, dsb. Jika mobil tiba-tiba saja mogok di tengah perjalanan, Anda bisa menghubungi hotline service perusahaan asuransi agar segera mendapatkan layanan mobil derek atau car towing secara cuma-cuma. Bahkan, mobil Anda mendapatkan pengecekan oleh ahli otomotif. Kalaupun masalahnya cukup parah, mobil akan segera dibawa ke bengkel rekanan perusahaan asuransi untuk mendapatkan perbaikan. Sayangnya, ini tidak akan diperoleh jika Anda bukan nasabah asuransi mobil. Anda tidak hanya mengeluarkan biaya untuk mobil derek tetapi juga untuk perbaikan di bengkel.

Ketika kecelakaan sendiri atau melibatkan pengendara lain

Setiap pengendara memiliki resiko kecelakaan yang tinggi apalagi di tengah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, masih banyaknya jalan berlubang, dan lain sebagainya. Kalau mengantongi asuransi, kerugian karena kerusakan kendaraan akibat kecelakaan bisa dialihkan ke perusahaan asuransi. Begitupula ketika Anda dan penumpang lain dalam mobil yang dipertanggungkan mengalami luka, perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi untuk biaya pengobatan (besar kecilnya tergantung dengan kesepakatan sebelumnya). Bagaimana jika kecelakaan melibatkan pengendara lain? Tanggung jawab pihak ketiga bisa Anda transfer juga ke perusahaan asuransi jika pihak ketiga benar-benar tidak memiliki asuransi kendaraan. Sebaliknya, Anda akan menanggung sendiri biaya perbaikan mobil serta pengobatan karena kecelakaan tunggal. Kalaupun melibatkan pengendara lain, Anda juga yang bertanggung jawab untuk ganti rugi.

Saat mobil hilang dicuri

Merasa resiko kerusakan pada mobil minim lantaran jarang dibawa bepergian sehingga memutuskan tidak membeli asuransi mobil adalah suatu kesalahan. Kerusakan memang minim, tapi pencurian adalah resiko yang juga patut diwaspadai. Kehilangan mobil kesayangan tentu saja akan sangat menyesakkan, tapi Anda bakal memperoleh penggantian mobil baru apabila memiliki asuransi mobil dengan perlindungan TLO. Penghitungan ganti rugi umumnya disesuaikan dengan usia kendaraan lalu dikurangi dengan depresiasi (penyusutan) sekitar 10 – 15% per tahun. Bayangkan jika tidak punya asuransi mobil? Yup, Anda harus berpasrah diri menerima kenyataan bahwa mobil yang dibeli dengan dana ratusan juta Rupiah hilang sia-sia.

Intinya, Anda akan menanggung sendiri kerugian besar atau kecil karena kejadian tak terduga jikalau tidak mengantongi polis asuransi. Kalau Anda saat kejadian memiliki dana, tentu bukan masalah. Paling angka tabungan Anda saja yang berkurang. Apa jadinya jikalau musibah terjadi ketika Anda sedang tidak memiliki uang? Terpaksa harus hutang sana-sini, itupun kalau ada yang mau berikan pinjaman. Oleh karenanya, berpikir untuk beli asuransi mobil sekarang. Manfaatnya memang belum dirasakan sekarang-sekarang. Akan tetapi, Anda akan merasakan pentingnya asuransi mobil di kemudian hari ketika resiko yang tak terduga terjadi.

Inilah yang Bisa Menyebabkan Anda Gagal Menjadi Agen Asuransi

Agen asuransi adalah seseorang perwakilan dari perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi kepada masyarakat. Menjadi agen asuransi memiliki keuntungan tersendiri seperti penghasilan besar, tidak terikat dengan waktu, dan banyak relasi. Meskipun menjadi agen asuransi banyak keuntungan yang didapatkan, tidak mudah menjalankan profesi satu ini. Karena menjadi agen asuransi bisa dikatakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Salah satu modal jadi agen asuransi yaitu harus bisa meyakinkan konsumen. Jika konsumen merasa yakin, kesempatan untuk mendapatkan nasabah akan terbuka. Sebaliknya, saat konsumen tidak yakin mana ada konsumen yang akan tertarik untuk menjadi nasabah. Oleh karena itulah, tidak sedikit juga para agen asuransi merasa gagal untuk menjadi agen terutama yang baru. Gagalnya menjadi agen asuransi bisa disebakan oleh berbagai faktor. Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja yang bisa menyebabkan Anda gagal menjadi agen asuransi, berikut ini akan dibahas lebih lanjut.

Kurang meyakinkan konsumen saat memberikan informasi

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi konsumen. Ini dikarenakan informasi menjadi salah satu sumber agar konsumen tahu lebih jelas mengenai produk asuransi yang Anda tawarkan pada mereka. Saat informasi yang diberikan kurang tepat atau tidak meyakinkan konsumen, bagaimana mereka akan tertarik untuk membeli produk asuransi Anda. Untuk itulah, kurang meyakinkan konsumen saat memberikan informasi merupakan salah satu hal yang bisa menyebabkan Anda gagal untuk menjadi agen asuransi. Bagiaman caranya? Caranya Anda harus banyak berlatih dan belajar  dari para senior yang sudah banyak pengalaman atau sedang lama bekecimpung di jasa satu ini. Selain itu, pahami terlebih dahulu mengenai produk asuransi yang akan Anda jual. Bukan tidak mungkin, dengan Anda belajar dan berlatih akan lebih mudah untuk memberikan informasi pada orang lain.

Terlalu memaksa konsumen untuk membeli asuransi

Untuk bisa mendapatkan nasabah, tidak sedikit juga para agen asuransi bersikap terlalu memaksa konsumen untuk membeli asuransi. Padahal tindakan ini tidak baik dilakukan dan hanya bisa menghancurkan karir sebagai seorang agen asuransi. Tidak ada satu orang pun yang mau dipaksa untuk membeli barang atau produk termasuk produk asuransi. Terutama bagi mereka yang belum tahu jelas mengenai manfaat dari memiliki asuransi itu sendiri. Untuk membuat orang tertarik membeli ada baiknya jelaskan secara detail dan tawarkan produk asuransi yang sesuai kebutuhan mereka. Jika Anda terlalu memaksa, hanya akan membuat orang merasa risih dan bisa jadi tidak ingin bertemu untuk kedua kalinya dan lebih memilihi agen asuransi lainnya.

Sering telat datang saat membuat janji

Terakhir yang bisa menyebabkan Anda gagal menjadi seorang agen asuransi adalah sering telat datang saat membuat janji. Saat Anda membuat janji untuk datang ke rumah atau bertemu di calon nasabah, maka tepatilah janji yang sudah dibuat. Ini bisa menjadi penilai plus untuk calon nasabah bila Anda bisa dipercaya. Namun, saat Anda membuat janji tapi sering datang terlambat, Anda bisa dicap sebagai agen yang tidak profesional dan ini bisa membuat mereka memiliki pikiran negatif tentang Anda. Hindari untuk telat dan sebisa mungkin untuk memberikan kabar jika Anda telat untuk datang. Dengan begitu, konsumen bisa mengerti dengan keadaan Anda.

Itulah hal-hal yang bisa menyebabkan Anda gagal untuk menjadi agen asuransi. Yang tidak kalah pentingnya agar tidak gagal menjadi agen asuransi, Anda harus bekerja keras dan jujur.